Showing posts with label Materi teknik kelautan. Show all posts
Showing posts with label Materi teknik kelautan. Show all posts

Friday, 29 September 2017

PENGERTIAN PANTAI DAN GARIS PANTAI

PENGERTIAN PANTAI DAN GARIS PANTAI

PENGERTIAN PANTAI DAN GARIS PANTAI

MATERI PERKAPALAN - Pantai merupakan sebuah wilayah/daerah pantai yang menjadi batas antara daratan dan lautan.

Garis pantai merupakan garis atau batas pertemuan antara air laut dengan daratan yang kedudukannya berubah-ubah sesuai dengan kedudukan pada saat pasang-surut, pengaruh gelombang dan arus laut.

Terima kasih telah membaca artikel PENGERTIAN PANTAI DAN GARIS PANTAI semoga bermanfaat

Tuesday, 1 March 2016

CARA MELAKUKAN PENDAFTARAN SNMPTN 2016

CARA MENDAFTAR SNMPTN 2016 DENGAN BENAR

CARA MELAKUKAN PENDAFTARAN SNMPTN 2016 - SNMPTN ( Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ) Tanggal 29 Februari 2016 Para pendaftar dapat melakukan pendaftaran SNMPTN 2016 sampai batas tanggal 12 Maret 2016. Bagi para pendaftar SNMPTN 2016 dapat mengakses Link Resmi : http://www.snmptn.ac.id

CARA MELAKUKAN PENDAFTARAN SNMPTN 2016

LANGKAH BENAR MELAKUKAN PENDAFTARAN SNMPTN 2016 

  1. Bagi pendaftar yang sudah memenuhi kriteria, silahkan menggunakan NISN dan password untuk login ke laman SNMPTN : http://www.snmptn.ac.id.
  2. Bagi pendaftar silahkan mengisi biodata, pilihan PTN, pilihan program studi dan mengunggah (upload) pasfoto resmi terbaru dan dokumen prestasi tambahan (jika ada). Pendaftar harus membaca dan memahami isi seluruh ketentuan yang berlaku pada PTN yang akan dipilih.
  3. Bagi pendaftar yang memilih program studi seni dan keolahragaan wajib untuk mengunggah (upload) portofolio dan dokumen bukti keterampilan yang telah disahkan oleh Kepala Sekolah menggunakan pedoman yang dapat diunduh dari laman http://www.snmptn.ac.id.
  4. Bagi pendaftar silahkan mencetak Kartu Tanda Peserta sebagai tanda bukti peserta SNMPTN 2016.
Untuk pendaftar silahkan lihat DAFTAR PTN disini : DAFTAR PTN

Itulah CARA MELAKUKAN PENDAFTARAN SNMPTN 2016 DENGAN BENAR semoga bermanfaat. Terima kasih


Tuesday, 22 December 2015

PARAH ! 243 KAMPUS INI TIDAK BISA DAFTAR CPNS 2016

PARAH ! 243 KAMPUS INI TIDAK BISA DAFTAR CPNS 2016

Selamat siang dan kembali lagi kita dikejutkan dengan kabar terbaru dari Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) oleh Patdono Suwingnjo menegaskan bahwa ada 243 daftar kampus yang bermasalah  (Nonaktif) oleh Dikti tidak bisa ikut CPNS 2016.

BACA JUGA: INILAH DAFTAR PERGURUAN TINGGI YANG DINONAKTIFKAN DI SULSEL

“Kalau digunakan untuk melamar CPNS tidak akan bisa karena BKN (Badan Kepegawaian Negara) tidak akan mengakuinya,” Patdono rabu (07/10). Menurutnya, sejak status kampus sudah dicabut oleh Kemenristek Dikti maka Ijazah yang dikeluarkan sudah dianggap tidak Sah. Oleh karena Itu bagi para calon pelamar yang menggunakan ijazah dari 243 perguruan tinggi tidak akan diberikan pelayanan.

PARAH ! 243 KAMPUS INI TIDAK BISA DAFTAR CPNS 2016


Dari masalah tersebut bukan Cuma Ijazah yang dicaput tapi juga tidak mendapat pelayanan dari Kementristek Dikti, sehingga dapat merugikan pihak pengelola dan mahasiswa dari kampus tersebut. Dikatakan bahwa, selain dari kampus Swasta Kemenristek Dikti  telah mempersiapkan sanksi buat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang juga ikut bermasalah.

Berikut ini adalah daftar Kampus yang dinonaktifkan dan tidak bisa melamar CPNS 2016:


1. STIT Tangerang Raya Yayasan Purgantorio    Prop. Banten
2. STAI INSIDA Jakarta Timur    Prop. D.K.I. Jakarta
3. STIT YAPIMA Muara Bungo    Prop. Jambi
4. STIT YAPIS Manokwari    Prop. Papua Barat
5. STAI Syarif Muhammad Raha, Muna, Sulawesi Tenggara    Prop. Sulawesi Tenggara
6. STAI Al-Amanah Jeneponto, Sulawesi Selatan    Prop. Sulawesi Selatan
7. STAI Ar-Rosyid Surabaya    Prop. Jawa Timur
8. STAI Al-Qodiri Jember    Prop. Jawa Timur
9. STAI Azzakiyah Ujungberung Bandung    Prop. Jawa Barat
10. STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi Sumatera Utara    Prop. Sumatera Utara
11. STAI Al-Ikhlas Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara    Prop. Sumatera Utara
12. STAI Sultan Abdul Kahir Bima    Prop. Nusa Tenggara Barat
13. STAI Raden Qosim Lamongan    Prop. Jawa Timur
14. STAI Acprilesma Indonesia    Prop. D.K.I. Jakarta
15. STEI Tiara Rawamangun    Prop. D.K.I. Jakarta
16. Akademi kebidanan Meuligoe Nur Amin    Prop. Aceh
17. Akademi Kebidanan Medica Bakti Nusantara
18. Akademi Keuangan Perbankan Nasional
19. Akademi Pertanian Iskandar Muda
20. Akademi Teknik Iskandar Muda
21. STIKES Bustanul Ulum Langsa    Prop. Aceh
22. Universitas Darussalam Ambon    Prop. Maluku
23. Akademi Teknologi Borneo    Prop. Kalimantan Timur
24. Akademi Kebidanan Martapura    Prop. Kalimantan Selatan
25. Akademi Bisnis Internasional Samarinda    Prop. Kalimantan Timur
26. Akademi Pariwisata Nasional Samarinda    Prop. Kalimantan Timur
27. ASMI KMPI Samarinda    Prop. Kalimantan Timur
28. Akademi Manajemen Koperasi Barabai    Prop. Kalimantan Selatan
29. STIE Prima Visi    Prop. Kalimantan Timur
30. Sekolah Tinggi Bahasa Asing Dinamik    Prop. Kalimantan Selatan
31. Politeknik Tri Dharma    Prop. Sumatera Barat
32. Akademi Akuntansi Permata Harapan Batam
33. Akademi Bahasa Asing Permata Harapan
34. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Gici
35. Akademi Bahasa Asing Jambi    Prop. Jambi
36. Akademi Bahasa Asing Tanjung Pinang
37. Akademi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pekanbaru    Prop. Riau
38. Akademi Telekomunikasi Indonesia Jambi
39. Akademi Bahasa Asing Alaska Padang    Prop. Sumatera Barat
40. Akademi Teknik Taman Siswa    Prop. Sumatera Barat
41. Akademi Teknologi Pratama    Prop. Sumatera Barat
42. Akademi Sekretari Dan Manajemen Jambi
43. Akademi Manajemen Koperasi Graha Karya    Prop. Jambi
44. Akademi Sekretari Dan Manajemen Indonesia Padang
45. Akademi Koperasi Sumbar
46. STIE Prakarti Mulya    Prop. Riau
47. STIE Widyaswara Indonesia
48. STKIP Widyaswara Indonesia
49. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karimun    Prop. Kepulauan Riau
50. Sekolah Tinggi Teknik Bentara Persada Batam
51. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambi    Prop. Jambi
52. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sumbar    Prop. Sumatera Barat
53. Politeknik Internasional Indonesia Makassar    Prop. Sulawesi Selatan
54. Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar
55. Akademi Kebidanan Graha Rabita Anugerah    Prop. Sulawesi Selatan
56. Akademi Kebidanan Bambapuang Prima Persada
57. Akademi Keperawatan Pemda Sengkang    Prop. Sulawesi Selatan
58. Akademi Parawisata Kendari
59. Akademi Teknik Otomotive Makassar    Prop. Sulawesi Selatan
60. Akademi Pertambangan Makassar
61. Akademi Analis Kimia Yapika Makassar
62. Akademi Bahasa Asing Barakati Kendari    Prop. Sulawesi Tenggara
63. ASMI Yapika Makassar
64. Akademi Pariwisata Dian Rana Rantepao
65. Akademi Pariwisata YPAG Makassar
66. Akademi Manajemen Perusahaan Makassar
67. STIKES Muhammadiyah Sidrap    Prop. Sulawesi Selatan
68. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene    Prop. Sulawesi Barat
69. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yapika    Prop. Sulawesi Selatan
70. STMIK Samudra Bitung
71. Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Tamalatea Makassar    Prop. Sulawesi Selatan
72. Sekolah Tinggi Teknik Mekongga Kolaka
73. Sekolah Tinggi Teknologi Dirgantara Makassar
74. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Panca Bhakti Palu, Sulawesi Tengah
75. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Manado    Prop. Sulawesi Utara
76. STMIK Matuari    Prop. Sulawesi Utara
77. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Budi Utomo Manado    Prop. Sulawesi Utara
78. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al Gazali Soppeng    Prop. Sulawesi Selatan
79. Institut Kesenian Makassar    Prop. Sulawesi Selatan
80. Universitas Indonesia Timur    Prop. Sulawesi Selatan
81. Universitas Sari Putra Indonesia Tomohon    Prop. Sulawesi Utara
82. Universitas Alkhairaat    Prop. Sulawesi Tengah
83. Universitas Veteran Republik Indonesia    Prop. Sulawesi Selatan
84. Akademi Manajemen Surya Mataram
85. Akademi Teknik Bima    Prop. Nusa Tenggara Barat
86. STIKES Yahya Bima    Prop. Nusa Tenggara Barat
87. Sekolah Tinggi Teknik Bima    Prop. Nusa Tenggara Barat
88. STKIP Indonesia Kupang
89. Sekolah Tinggi Teknologi Dan Kejuruan Gianyar
90. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jembrana    Prop. Bali
91. Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi Kelautan
92. Universitas PGRI Kupang    Prop. Nusa Tenggara Timur
93. AMIK Aji Jaya Baya    Prop. Jawa Timur
94. Akademi Pariwisata Bhakti Wiyata    Prop. Jawa Timur
95. Akademi Peternakan PGRI Jember    Prop. Jawa Timur
96. Akademi Bahasa Asing Webb    Prop. Jawa Timur
97. Akademi Teknik Nasional Sidoarjo    Prop. Jawa Timur
98. Akademi Teknologi Industri Tekstil Surabaya    Prop. Jawa Timur
99. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemuda    Prop. Jawa Timur
100. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemnas Indonesia    Prop. Jawa Timur
101. Sekolah Tinggi Teknik Widya Darma    Prop. Jawa Timur
102. Sekolah Tinggi Teknik Budi Utomo    Prop. Jawa Timur
103. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sunan Giri    Prop. Jawa Timur
104. STKIP Tri Bhuwana    Prop. Jawa Timur
105. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Satya Widya
106. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Artha Bodhi Iswara
107. Institut Sains Dan Teknologi Palapa
108. IKIP PGRI Jember    Prop. Jawa Timur
109. IKIP Budi Utomo    Prop. Jawa Timur
110. Institut Teknologi Pembangunan Surabaya
111. Universitas Kahuripan Kediri    Prop. Jawa Timur
112. Universitas Cakrawala    Prop. Jawa Timur
113. Universitas PGRI Ronggolawe    Prop. Jawa Timur
114. Universitas Nusantara PGRI Kediri    Prop. Jawa Timur
115. Universitas Teknologi Surabaya    Prop. Jawa Timur
116. Universitas Bondowoso    Prop. Jawa Timur
117. Universitas Mochammad Sroedji    Prop. Jawa Timur
118. Universitas Darul ulum    Prop. Jawa Timur
119. Politeknik Surakarta    Prop. Jawa Tengah
120. Politeknik Jawa Dwipa
121. AMIK PGRI Kebumen    Prop. Jawa Tengah
122  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Cilacap    Prop. Jawa Tengah
123. Akademi Seni Rupa Dan Desain Akseri    Prop. D.I. Yogyakarta
124. Akademi Teknologi Otomotif Nasional    Prop. D.I. Yogyakarta
125. Akademi Sekretari Dan Manajemen Indonesia Bantul    Prop. D.I. Yogyakarta
126. Akademi Keuangan Dan Perbankan YIPK    Prop. D.I. Yogyakarta
127. Akademi Bahasa Asing YIPK Yogyakarta    Prop. D.I. Yogyakarta
128. Akademi Kesejahteraan Sosial Tarakanita    Prop. D.I. Yogyakarta
129. STMIK Pelita Nusantara Yogyakarta    Prop. D.I. Yogyakarta
130. Politeknik LP3I Bandung    Prop. Jawa Barat
131. Politeknik Manufaktur Igasa Pindad
132. Politeknik Industri Dan Niaga Bandung
133. Akademi Refraksi Optisi Polycore Indonesia
134. Akademi Kebidanan Al-Ishlah Cilegon    Prop. Banten
135. Akademi Teknologi Telekomunikasi Bandung
136. AMIK PGRI Tangerang
137. Akademi Surtasdal-As Bogor    Prop. Jawa Barat
138. Akademi Teknologi Aeronautika Siliwangi
139. Akademi Akuntansi Era 2020
140. Akademi Komunikasi Radio Dan Televisi Hutama
140. Akademi Komunikasi Radio Dan Televisi Hutama
141. Akademi Teknologi Bandung
142. Akademi Sekretari Dan Manajemen Al-Ma soem Prop. Jawa Barat
143. Akademi Teknologi Patriot
144. Akademi Kesenian Bogor Prop. Jawa Barat
145. Akademi Pariwisata Tadika Puri Prop. Jawa Barat
146. Akademi Bahasa Asing YPKK Tangerang Prop. Banten
147. Akademi Sekretari Dan Manajemen Bhakti
148. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Yasika Prop. Jawa Barat
149. STIE ISM Prop. Banten
150. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah Depok Prop. Jawa Barat
151. Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Karawang
152. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gici Prop. Jawa Barat
153. Sekolah Tinggi Teknologi Pratama Adi Prop. Jawa Barat
154. Sekolah Tinggi Teknologi Geusan Ulun Prop. Jawa Barat
155. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Indonesia
156. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andhiga Prop. Jawa Barat
157. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Bekasi Prop. Jawa Barat
158. Sekolah Tinggi Teknologi Mitra Karya Prop. Jawa Barat
159. Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Cakrawala Prop. Jawa Barat
160. STMIK Triguna Utama Prop. Banten
161. STMIK Padjadjaran
162. Sekolah Tinggi Teknik Cikarang163. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Bandung
164. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Budi Bakti Prop. Jawa Barat
165. Sekolah Tinggi Teknologi Ar-rahmah Cianjur
166. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Putra Banjar Prop. Jawa Barat
167. STISIP Bina Putera Banjar Prop. Jawa Barat
168. Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Bina Putra Prop. Jawa Barat
169. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tribuana Tambun Prop. Jawa Barat
170. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon Prop. Jawa Barat
171. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Agung Bandung Prop. Jawa Barat
172. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adhy Niaga Prop. Jawa Barat
173. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pandu Madania Prop. Jawa Barat
174. STMIK Mikar Prop. Jawa Barat
175. Universitas Purwakarta Prop. Jawa Barat
176. Universitas Majalengka Prop. Jawa Barat
177. Akademik Kebidanan Sulih Bangsa, Prop.D.K.I. Jakarta
178. Politeknik Bunda Kandung Prop. D.K.I. Jakarta
179. Akademi Perekam Medis Dan Informasi Kesehatan
180. Akademi Sekretari Dan Manajemen Pitaloka
181. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Yapri
182. AMIK Mpu Tantular
183. Akademi Akuntansi Bentara Indonesia Prop. D.K.I. Jakarta
184. AMIK Andalan Jakarta
185. Akademi Sekretaris ISWI Jakarta
186. Akademi Pertamanan Interstudi
187. Akademi Sekretari Dan Manajemen Purnama
188. Akademi Keuangan Dan Perbankan LPI
189. Akademi Keuangan Dan Perbankan YPK Prop. D.K.I. Jakarta
190. Akademi Akuntansi Artawiyata Indo-lpi Prop. D.K.I. Jakarta
191. STMIK Eresha Prop. D.K.I. Jakarta
192. Sekolah Tinggi Desain Interstudi Prop. D.K.I. Jakarta
193. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Santa Ursula Prop. D.K.I. Jakarta
194. STIBA Indonesia LPI Prop. D.K.I. Jakarta
195. STKIP Suluh Bangsa Prop. Banten
196. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dwipa Wacana Prop. D.K.I. Jakarta
197. STKIP Albana Prop. D.K.I. Jakarta
198. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha Prop. D.K.I. Jakarta
199. Sekolah Tinggi Manajemen Imni Prop. D.K.I. Jakarta
200. STISIP Pusaka Nusantara
201. Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Hatawana Prop. D.K.I. Jakarta
202. Sekolah Tinggi Manajemen Industri Indonesia
203. Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia
204. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional Indonesia
205. Sekolah Tinggi Keuangan Niaga & Negara Pembangunan Prop. D.K.I. Jakarta
206. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yapann Prop. D.K.I. Jakarta
207. STKIP Purnama Prop. D.K.I. Jakarta
208. Universitas Kejuangan 45 Jakarta Prop. D.K.I. Jakarta
209. Universitas Islam Attahiriyah Prop. D.K.I. Jakarta
210. Universitas Ibnu Chaldun Prop. D.K.I. Jakarta
211. Akademi Kebidanan Sapta Karya Prop. Sumatera Selatan
212. Akademi Keperawatan Sapta Karya Prop. Sumatera Selatan
213. Akademi Perikanan Wachyuni Mandira Prop. Sumatera Selatan
214. Akademi Analis Kesehatan Widya Dharma Prop. Sumatera Selatan
215. Akademi Akuntansi Unggulan SMB Palembang Prop. Sumatera Selatan
216. STKIP Sera Prop. Sumatera Selatan
217. Politeknik Wilmar Busnis Indonesia Prop. Sumatera Utara
218. Politeknik Yanada Prop. Sumatera Utara
219. Politeknik Trijaya Krama Prop. Sumatera Utara
220. Politeknik Tugu 45 Medan Prop. Sumatera Utara
221. Politeknik Profesional Mandiri Prop. Sumatera Utara
222. Akademi Kebidanan Eunice Rajawali Binjai Prop. Sumatera Utara
223. Akademi Kebidanan Dewi Maya Prop. Sumatera Utara
224. Akademi Kesehatan Lingkungan Binalita Sudama    Prop. Sumatera Utara
225. Akademi Kebidanan Jaya Wijaya Prop. Sumatera Utara
226. AMIK Intelcom Global Indo Kisaran Prop. Sumatera Utara
227. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Medan Prop. Sumatera Utara
228. AMIK Stiekom Sumatera Utara Prop. Sumatera Utara
229. Akademi Sekretari Manajemen Lancang Kuning Prop. Sumatera Utara
230. Akademi Teknologi Lorena Prop. Sumatera Utara
231. Akademi Manajemen Gunung Leuser Prop. Sumatera Utara
232. Akademi Pertanian Gunung Sitoli Prop. Sumatera Utara
233. Akademi Keuangan Perbankan Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
234. Sekolah Tinggi Kelautan Dan Perikanan Indonesia Prop. Sumatera Utara
235. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riama Prop. Sumatera Utara
236. Sekolah Tinggi Teknik Graha Kirana Prop. Sumatera Utara
237. Sekolah Tinggi Teknik Pelita Bangsa Prop. Sumatera Utara
238. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Benteng Huraba Prop. Sumatera Utara
239. Sekolah Tinggi Bahasa Asing Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
240. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
241. STKIP Riama Prop. Sumatera Utara
242. Universitas Setia Budi Mandiri Prop. Sumatera Utara
243. Universitas Preston Indonesia Prop. Sumatera Utara

Itulah 243 Kampus yang bermasalah dan tidak bisa melamar CPNS 2016. Semoga bermanfaat..

Wednesday, 14 October 2015

PENGERTIAN DAN PENYEBAB TERJADI PASANG SURUT AIR LAUT

PENGERTIAN DAN FAKTOR TERJADI PASANG SURUT AIR LAUT

PASANG SURUT AIR LAUT - Selamat siang dan pada kesempatan ini blog Materi Perkapalan akan berbagi artikel tentang PASANG SURUT AIR LAUT.  Pada artikel sebelumnya telah membahas tentang GAMBAR KAPAL PESIAR TERMEWAH DI DUNIA maka kali ini kita akan membahas PASANG SURUT AIR LAUT. Sebelum kita melangkah lebih jauh kita tahu dulu apa pengertian Pasang Surut.

PASANG SURUT AIR LAUT


PASANG SURUT merupakan Suatu fenomena yang terjadi di laut karena adanya pergerakan naik atau turunnya posisi permukaan perairan laut secara berkala yang disebabkan oleh gaya gravitasi dan gaya tarik menarik benda astronomi oleh matahari. Pada Pasang surut terdapat beberapa tipe yaitu:
  1. Pasang Surut harian Ganda.
  2. Pasang Surut harian Tunggal.
  3. Pasang Surut campuran condong ke harian ganda.
  4. Pasang Surut campuran condong ke harian tunggal.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADI PASANG SURUT


Berdasarkan teori kesetimbangan :
  1. Rotasi bumi pada sumbunya.
  2. Revolusi bulan terhadap matahari.
  3. Revolusi bumi terhadap matahari.

Berdasarkan teori dinamis :
  1. kedalaman dan luas perairan, 
  2. Pengaruh rotasi bumi (gaya coriolis), dan 
  3. Gesekan dasar.

Selain faktor-faktor diatas terdapat juga faktor lokal yang dapat berpengaruh disuatu perairan santara lain:
  1. Topogafi dasar laut.
  2. Lebar selat.
  3. Bentuk teluk dan lain sebagainya.

MANFAAT PASANG SURUT UNTUK MANUSIA

  1. Sumber penghasil tenaga listrik
  2. Dapat menghasilkan garam
  3. Melakukan Surfing, dan lain-lain
Untuk mengetahui apa itu pasang surut harian ganda dan tipe pasang surut lainnya lebih jelasnya silahkan baca ANGIN, PASANG-SURUT DAN GELOMBANG.

Cukup sekian untuk artikel kali ini tentang PASANG SURUT AIR LAUT. Terima kasih semoga bermanfaat

Visit: Marine Engineering

Tuesday, 22 September 2015

INILAH DAFTAR PERGURUAN TINGGI YANG DINONAKTIFKAN DI SULSEL

INILAH DAFTAR PERGURUAN TINGGI YANG DINONAKTIFKAN DI SULSEL

Baru-baru ini Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi atau disingkat DIKTI nonaktifkan beberapa kampus di Sulawesi Selatan (SULSEL). Dengan status nonaktif maka Perguruan Tinggi tersebut TIDAK DAPAT menerima Mahasiswa Baru (MABA), melakukan Wisuda jika terjadi dualisme kepemimpinan atau kasus kualifikasi pemimpin yang tidak dapat dipercaya.

Selain sanksi diatas Perguruan Tinggi atau PT tidak akan memperoleh layanan Ditjen Dikti dalam bentuk beasiswa, Akreditasi, pengurusan NIDN, Sertifikasi Dosen, Ditjen Kelembagaan IPTEKDIKTI, tidak mendapat akses terhadap basis data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi untuk pemutakhiran data (PT dan seluruh PRODI ).

INILAH DAFTAR PERGURUAN TINGGI YANG DINONAKTIFKAN DI SULSEL


Dari data tersebut didapat 13 Perguruan Tinggi yang ada di SulSel yang dinonaktifkan sebagai berikut:

DAFTAR PERGURUAN TINGGI YANG DI NONAKTIFKAN DI SULSEL

  1. Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI)
  2. Institut Kesenian Makassar
  3. Universitas Indonesia Timur (UIT)
  4. Poltek Internasional Indonesia Makassar
  5. Institut Kesenian Makassar 
  6. STIP Tamalate
  7. Akademi Teknik Otomotif Makassar
  8. STIK Yapika Makassar
  9. STIH Al-Gazali, Soppeng. 
  10. Stikes Muhammadiyah Sidrap
  11. Akper Pemda Sengkang
  12.  STAI Al-Amanah Jeneponto
Cukup sekian untuk artikel kali ini tentang DAFTAR PERGURUAN TINGGI YANG DINONAKTIFKAN DI SULSEL. Baca juga KURSUS ONLINE BERSERTIFIKAT DI INDONESIA

Saturday, 11 July 2015

DISTRIBUSI SUHU HORIZONTAL

DISTRIBUSI SUHU HORIZONTAL

DISTRIBUSI SUHU HORIZONTAL

SUHU UDARA merupakan derajat panas atau dingin udara di atmosfer. Berdasarkan penyebarannya di muka bumi bahwa suhu udara terdapat dua macam yakni sebaran secara horisontal  dan secara vertikal. Suhu tersebut dapat menunjukkan derajat panas benda. Semakin tinggi suhu suatu benda maka semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut.

Peta global jangka panjang suhu udara permukaan rata-rata bulanan dalam proyeksi Mollweide. Suhu dapat juga disebut sebagai temperatur yang diukur dengan alat termometer. Empat macam termometer yang paling dikenal adalah Celsius, Reumur, Fahrenheit dan Kelvin. Perbandingan antara satu jenis termometer dengan termometer lainnya mengikuti:

C:R:(F-32) = 5:4:9 dan
K = C + 273. (derajat)

Karena dari Kelvin ke derajat Celsius, Kelvin dimulai dari 273 derajat, bukan dari -273 derajat. Dan derajat Celsius dimulai dari 0 derajat. Suhu Kelvin sama perbandingan nya dengan derajat Celsius yaitu 5:5, maka dari itu, untuk mengubah suhu tersebut ke suhu yang lain, sebaiknya menggunakan atau mengubahnya ke derajat Celsius terlebih dahulu, karena jika kita menggunakan Kelvin akan lebih rumit untuk mengubahnya ke suhu yang lain.

Contoh:
K=R 4/5X[300-273] daripada: C=R 4/5X27

Distribusi normal atau distribusi Gauss merupakan distribusi probabilitas yang paling banyak digunakan dalam berbagai analisis statistika. Distribusi normal baku merupakan distribusi normal yang memiliki jumlah rata-rata nol dan simpangan baku satu. Distribusi ini juga dijuluki kurva lonceng dalam bahasa inggrisnya bell curve karena grafik fungsi kepekatan probabilitasnya mirip dengan bentuk lonceng.

Model distribusi normal yakni seperti fenomena kuantitatif pada ilmu alam maupun ilmu sosial. Beragam skor pengujian psikologi dan fenomena fisika seperti jumlah foton dapat dihitung melalui pendekatan dengan mengikuti distribusi normal. Distribusi normal banyak digunakan dalam berbagai bidang statistika, misalnya distribusi sampling rata-rata akan mendekati normal, meski distribusi populasi yang diambil tidak berdistribusi normal. Distribusi normal banyak digunakan dalam berbagai distribusi dalam statistika dan kebanyakan pengujian hipotesis mengasumsikan normalitas suatu data.

Sebaran suhu udara secara horisontal. Jika bumi kita homogen tanpa kehadiran darat dan laut, maka mungkin distribusi suhu di permukaan bumi akan bersesuaian dengan posisi lintangnya. Di ekuator dan sekitarnya suhunya panas, sedang di kutub dan sekitarnya suhunya dingin. Namun demikian bumi sangatlah kompleks, lebih dari pada sekedar susunan darat dan laut. Sehingga secara keruangan sebaran suhu dipermukaan bumi akan terganggu, tidak sederhana jika bumi itu homogen.

Suhu Permukaan Laut (Sumber: NOAA)

Secara modern sebaran suhu dipermukaan bumi dapat diturunkan dari foto satelit. Foto olahan satelit dari NOAA milik Amerika tersebut dapat menggambarkan rata-rata suhu permukaan laut di dunia. Warna-warni pada gambar tersebut mewakili besaran rata-rata suhunya. Alat yang digunakan untuk mengukur profil vertikal suhu udara di atmosfer hingga ketinggian tertentu bisa melebihi 30 km dinamakan radiosonde.
DISTRIBUSI SALINITAS VERTIKAL DAN KONVEKSI THERMOHALINE

DISTRIBUSI SALINITAS VERTIKAL DAN KONVEKSI THERMOHALINE

DISTRIBUSI SALINITAS VERTIKAL DAN KONVEKSI THERMOHALINE

Hari ini Materi Perkapalan kembali berbagi artikel mengenai DISTRIBUSI SALINITAS VERTIKAL DAN KONVEKSI THERMOHALINE yang sebelumnya juga sudah berbagi artikel tentang DISTRIBUSI SALINITAS SECARA HORIZONTAL. Secara umum pengertian SALINITAS adalah tingkat keasinan atau kadar garam yang terlarut dalam air. Salinitas ini dapat mengacu pada kandungan garam didalam tanah. Distribusi secara vertical terjadi dengan semakin bertambahnya kedalaman. Pola distribusi vertikal menurut Ross (1970) dalam Rosmawati (2004), sebaran menegak salinitas dibagi menjadi 3 lapisan yaitu lapisan tercampur dengan ketebalan antara 50-100 m dimana salinitas hampir homogen , lapisan haloklin yaitu lapisan dengan perubahan sangat besar dengan bertambahnya kedalaman 600-1000 m dimana lapisan tersebut dengan tegas memberikan nilai salinitas minimum. Sebaran Salinitas Terhadap Kedalaman (Lalli,1997).

Angin sangat menentukan penyebaran salinitas secara vertical. Di wilayah Indonesia sistem angin muson berpengaruh bagi sebaran salinitas perairan secara vertikal maupun horizontal. Angin tersebut menyebabkan arus yang membawa massa air seperti arus yang bersalinitas tinggi dari Lautan Pasifik yang masuk melalui Laut Halmahera dan Selat Torres. Di Laut Flores, salinitas perairan rendah pada Musim Barat sebagai akibat dari pengaruh masuknya massa air Laut Jawa, sedangkan pada Musim Timur, tinggi salinitas yang berasal dari Laut Banda yang masuk ke Laut Flores dapat mengakibatkan meningkatnya salinitas di Laut Flores. Laut Jawa memiliki massa air dengan salinitas yang rendah yang diakibatkan adanya run-off dari sungai besar di Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa.

Adapun faktor selain angin yaitu pengadukan. Pengadukan dalam lapisan permukaan seperti upwelling dapat memungkinkan salinitas menjadi homogen. Upwelling mengangkat massa air dengan tingkat salinitas tinggi di lapisan dalam dan mengakibatkan naiknya tingkat salinitas permukaan perairan.

Air laut mengandung 3,5% garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. Keberadaan garam-garaman mempengaruhi sifat fisis air laut (seperti: densitas, kompresibilitas, titik beku, dan temperatur dimana densitas menjadi maksimum) beberapa tingkat, tetapi tidak menentukannya. Beberapa sifat (viskositas, daya serap cahaya) tidak terpengaruh secara signifikan oleh salinitas. Dua sifat yang sangat ditentukan oleh jumlah garam di laut (salinitas) adalah daya hantar listrik (konduktivitas) dan tekanan osmosis.

Garam-garaman utama yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%), natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), potasium (1%) dan sisanya (kurang dari 1%) teridiri dari bikarbonat, bromida, asam borak, strontium dan florida. Ada 3 sumber utama garam-garaman yang ada di laut yaitu pelapukan batuan di darat, gas-gas vulkanik serta sirkulasi lubang-lubang hidrotermal (hydrothermal vents) yang ada di laut dalam.

Secara ideal, salinitas merupakan jumlah dari seluruh garam-garaman dalam gram pada setiap kilogram air laut. Secara praktis, adalah susah untuk mengukur salinitas di laut, oleh karena itu penentuan harga salinitas dilakukan dengan meninjau komponen yang terpenting saja yaitu klorida (Cl). Kandungan klorida ini ditetapkan pada tahun 1902 yaitu jumlah dalam gram ion klorida pada satu kilogram air laut jika semua halogen digantikan oleh klorida. Sehingga penetapan tersebut mencerminkan bahwa proses kimiawi titrasi menentukan kandungan klorida.

Salinitas ini ditetapkan tahun 1902 sebagai jumlah total dalam bentuk satuan gram bahan yang terlarut dalam satu kilogram air laut jika semua karbonat dirubah menjadi oksida, semua bromida dan yodium dirubah menjadi klorida dan semua bahan-bahan organik dioksidasi. Jadi hubungan antara salinitas dan klorida dapat ditentukan melalui rangkaian pengukuran dasar laboratorium yang berdasarkan pada sampel air laut di seluruh dunia.

Dinyatakan sebagai:


S (o/oo) = 0.03 +1.805 Cl (o/oo) (1902)

Lambang o/oo (dibaca per mil) adalah bagian per seribu. Kandungan garam 3,5% sebanding dengan 35o/oo atau 35 gram garam di dalam satu kilogram air laut.

Persamaan tahun 1902 di atas akan memberikan harga salinitas sebesar 0,03o/oo jika klorinitas sama dengan nol dan hal ini sangat menarik perhatian dan menunjukkan adanya masalah dalam sampel air yang digunakan untuk pengukuran laboratorium. Oleh karena itu, pada tahun 1969 UNESCO memutuskan untuk mengulang kembali penentuan dasar hubungan antara klorinitas dan salinitas dan memperkenalkan definisi baru yang dikenal sebagai salinitas absolut dengan rumus:

S (o/oo) = 1.80655 Cl (o/oo) (1969)

Namun demikian, dari hasil pengulangan definisi ini ternyata didapatkan hasil yang sama dengan definisi sebelumnya.

"Salinitas praktis dari suatu sampel air laut ditetapkan sebagai rasio dari konduktivitas listrik yang dilambangkan dengan huruf K besar (K) sampel air laut pada temperatur 15oC dan tekanan satu standar atmosfer terhadap larutan kalium klorida (KCl), pada bagian massa KCl yaitu 0,0324356 pada temperatur dan tekanan yang sama. Rumus definisi ini:

S = 0.0080 - 0.1692 K1/2 + 25.3853 K + 14.0941 K3/2 - 7.0261 K2 + 2.7081 K5/2

Catatan :
Dari penggunaan definisi ini, salinitas dinyatakan sebagai rasio, maka satuan o/oo tidak lagi berlaku, sehingga nilai 35o/oo ini berkaitan dengan nilai 35 dalam satuan praktis. Beberapa oseanografer menggunakan satuan "psu" untuk menuliskan harga salinitas merupakan singkatan dari "practical salinity unit". Karena salinitas praktis itu adalah rasio maka sebenarnya tidak memiliki satuan, jadi penggunaan satuan "psu" sebenarnya tidak mengandung makna apapun/diperlukan.

Salinitas di daerah subpolar rendah di permukaan dan bertambah secara tetap (monotonik) terhadap suatu kedalaman tertentu. Di daerah subtropis atau semi tropis, yaitu daerah antara 23,5o - 40oLU atau 23,5o - 40oLS), salinitas di permukaan lebih besar daripada di kedalaman akibat besarnya evaporasi (penguapan). Di kedalaman sekitar 500 sampai 1000 meter harga salinitasnya rendah dan kembali bertambah secara monotonik terhadap kedalaman. Sementara itu, di daerah tropis salinitas di permukaan lebih rendah daripada di kedalaman akibatnya tingginya presipitasi (curah hujan).

Konveksi thermohaline

Konveksi thermohaline didefinisikan sebagai pergerakan air secara vertikal yang terjadi karena terganggunya kestimbangan hidrostatik dari suatu perairan akibat naiknya densitas pada lapisan permukaan, kenaikan densitas ini dapat disebabkan oleh penurunan suhu (pendinginan). Kenaikan salinitas (evaporasi) atau kedua-duanya secara bersamaan